
Tugas Akhir Go International! Mahasiswa IBI Kesatuan Dinilai External Examiner Internasional
BOGOR – Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan terus menunjukkan komitmen tanpa henti dalam meningkatkan kualitas akademik dan daya saing global para mahasiswanya. Salah satu langkah nyata dan inovatif yang diambil adalah pelaksanaan sidang tugas akhir yang melibatkan external examiner (penguji eksternal) dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. Program ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman akademik bertaraf internasional langsung ke hadapan mahasiswa, memastikan mereka siap menghadapi tantangan global.
Pada tahun 2025, sebuah pencapaian membanggakan kembali ditorehkan. Mahasiswa IBI Kesatuan mendapatkan kesempatan istimewa untuk mempresentasikan dan mempertahankan hasil penelitian tugas akhir mereka di hadapan penguji internasional yang berasal dari Universiti Malaysia Sabah dan Prince of Songkla University. Kegiatan ini bukan sekadar evaluasi akhir studi, melainkan bentuk nyata kolaborasi akademik lintas negara yang secara signifikan mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan IBI Kesatuan.
Tangkapan layar suasana sidang tugas akhir virtual yang interaktif dan profesional. Tampak para peserta, termasuk dosen IBI Kesatuan dan penguji internasional, tersenyum hangat dan antusias berdiskusi.
Pelaksanaan sidang tugas akhir ini dilangsungkan secara virtual melalui platform konferensi video, menjembatani batas geografis dengan teknologi. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, suasana sidang berlangsung dengan sangat profesional namun tetap hangat dan interaktif. Dalam layar konferensi yang menampilkan enam jendela video peserta, terlihat senyum antusias dan keterlibatan penuh dalam diskusi akademis. Suasana positif ini membuktikan bahwa pertukaran ilmu dapat berjalan efektif dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, dua mahasiswi berprestasi, yaitu Annisa Muslimah dan Maria Elizabet Karina Boru Sinulingga, sukses mengikuti proses sidang tugas akhir dengan penguji dari Universiti Malaysia Sabah, yakni Mr. Rosie Mohidin. Di hadapan penguji internasional tersebut, Annisa dan Maria mempresentasikan hasil penelitian mereka dengan penuh percaya diri. Mereka tidak hanya diuji secara substansi, tetapi juga menerima berbagai masukan akademik yang sangat konstruktif guna menyempurnakan kualitas penelitian dan memperdalam analisis mereka.
Di sesi lainnya, mahasiswa Dhafa Sagara juga menjalani pengalaman serupa yang tak kalah menantang. Dhafa melaksanakan sidang tugas akhir bersama dua penguji ahli dari Prince of Songkla University, Thailand, yaitu Mr. Shebley Haslan Abdul Majid dan Assoc. Prof. Dr. Neslon Lajuti. Menghadapi dua pakar internasional sekaligus menuntut Dhafa untuk menunjukkan pemahaman komprehensif atas penelitiannya, sekaligus membuktikan bahwa kualitas riset mahasiswa IBI Kesatuan mampu bersaing di level ASEAN.
Melalui program external examiner ini, mahasiswa mendapatkan manfaat ganda. Mereka tidak hanya dievaluasi dari sisi ketajaman akademik dan metodologi penelitian, tetapi juga secara langsung diasah dalam hal soft skills. Kemampuan komunikasi lintas budaya, teknik presentasi di bawah tekanan, kemampuan berpikir kritis (critical thinking), serta kesiapan mental menghadapi lingkungan profesional internasional menjadi nilai tambah yang tak ternilai harganya.
Inisiatif ini menjadi bukti konkret bahwa IBI Kesatuan tidak pernah berhenti berinovasi dalam menciptakan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat global. Diharapkan, kerja sama internasional yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus berkembang di masa depan. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh mahasiswa IBI Kesatuan lainnya untuk terus memacu diri, meningkatkan kompetensi akademik maupun profesional, dan siap menjadi pemimpin masa depan di era globalisasi.
© 2026 Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan. All rights reserved.