
“Ngopi? Lewat! Saatnya Ngeracik Tea and Jadi Next Big Thing!”
Siapa sangka belajar bisnis bisa seharum dan se-estetik ini? Setelah sesi seminar yang inspiratif, rangkaian acara Be Young Entrepreneur berlanjut ke sesi yang lebih intim dan praktis: Workshop Kewirausahaan Nasional “Empowering The Future”.
Kali ini, Jurusan Biokewirausahaan IBI Kesatuan Bogor mengajak para peserta untuk “nyemplung” langsung ke dunia teh artisan melalui kolaborasi eksklusif bersama Sila Tea House, studio dan artisan tea pertama di Indonesia!
Menjelajahi Seni di Balik Secangkir Tea
Workshop yang diadakan di Lab Biokewirausahaan Lt. 2 ini menyulap suasana kampus menjadi ruang kreatif yang penuh aroma menenangkan. Dipandu langsung oleh tim ahli dari Silateahouse, para peserta tidak hanya diajarkan cara menyeduh, tapi juga dibekali ilmu bisnis yang sangat spesifik.
Apa saja yang dipelajari?
- The Art of Enjoying Tea: Belajar bahwa teh bukan sekadar minuman, tapi sebuah karya seni dan pengalaman.
- Tasting Experience: Peserta berkesempatan melakukan tasting pada 3 pure tea dan 2 artisan tea pilihan. Di sini, indra perasa peserta benar-benar diasah untuk mengenali kualitas produk premium.
- Sharing Knowledge: Mengulik potensi luar biasa dari Indonesia Artisan Tea di pasar global. Ini adalah peluang bisnis “hijau” yang masih sangat terbuka lebar bagi pengusaha muda.
Lebih dari Sekadar Workshop Biasa
Dengan HTM yang sangat terjangkau, peserta pulang dengan paket lengkap:
- Ilmu “Daging”: Strategi membangun brand artisan dari nol.
- Relasi: Bertemu sesama pecinta teh dan calon rekan bisnis.
- Freebies: Setiap peserta membawa pulang 1 sachet Sila Tea untuk dipraktekkan di rumah, lengkap dengan e-certificate.
Suasana workshop terasa sangat hidup dan interaktif berkat duo MC kesayangan kita, Devina Rahmannia dan Haifa Marwatul, yang sukses mencairkan suasana sesi tanya jawab menjadi diskusi yang seru.
Apa Kata Mereka?
“Awalnya aku kira workshop bisnis itu bakal ngebosenin dan penuh angka. Ternyata di sini kita diajarin lewat produk nyata. Pas sesi tasting teh, aku baru sadar kalau nilai tambah (value added) sebuah produk itu kunci kalau mau jualan barang premium,” ungkap salah satu peserta sambil memegang gelas tehnya.
Workshop ini membuktikan bahwa Jurusan Biokewirausahaan selalu punya cara unik untuk mengedukasi mahasiswanya. Bahwa menjadi entrepreneur itu tentang kepekaan—peka terhadap kualitas produk, peka terhadap keinginan pasar, dan peka terhadap peluang di sekitar kita.Terima kasih untuk Hydro Coco dan para partner yang telah mendukung kelancaran acara ini. Sampai jumpa di workshop kreatif berikutnya!



