
Menjaga Warisan Budaya Lewat Wirausaha: Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan Kunjungi Sentra Batik Pancawati, Bogor
Sebagai bagian dari kurikulum yang mengintegrasikan antara pengetahuan biologi, kewirausahaan, dan kearifan lokal, Program Studi Biokewirausahaan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan mengadakan kunjungan edukatif ke Sentra Batik Pancawati yang terletak di kawasan Bogor, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung pada [tanggal kunjungan] ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen sebagai salah satu bentuk experiential learning yang menekankan pentingnya pelestarian budaya dalam pengembangan usaha kreatif.
Batik Pancawati dikenal sebagai salah satu pengrajin batik lokal yang tetap konsisten mengembangkan motif dan teknik pewarnaan alami (natural dye) dari tumbuhan, kulit kayu, hingga rempah-rempah lokal. Ini sejalan dengan visi Prodi Biokewirausahaan yang mendorong penerapan bioteknologi dan sumber daya hayati dalam menciptakan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berakar pada budaya bangsa.
Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung dari para pengrajin batik mengenai sejarah Batik Pancawati, filosofi di balik motif-motif batik, serta proses pembuatan batik tulis dan cap. Para peserta juga diberi kesempatan untuk langsung membatik, mulai dari menggambar pola di atas kain, mencanting malam (lilin batik), hingga proses pewarnaan dengan bahan alami.
Kegiatan praktik ini menjadi pengalaman berharga yang tak hanya memperkenalkan teknik membatik, tetapi juga mengajarkan nilai kesabaran, ketelitian, dan rasa cinta terhadap budaya lokal. Mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan, bahkan beberapa di antaranya berhasil menciptakan karya batik sederhana yang unik dan memiliki makna personal.
Selain itu, dalam sesi diskusi, pihak Batik Pancawati membagikan kisah perjalanan usaha mereka dalam membangun brand lokal, tantangan mempertahankan warisan budaya di tengah tren industri modern, hingga strategi mereka dalam memasarkan produk ke pasar nasional dan internasional. Mahasiswa juga diajak berdialog mengenai potensi pengembangan usaha berbasis budaya yang bisa dipadukan dengan inovasi dan teknologi modern.
Kegiatan kunjungan ini bertujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya melalui pendekatan kewirausahaan sosial dan berkelanjutan. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat peluang usaha tidak hanya dari sisi ekonomi semata, tetapi juga dari kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan nilai-nilai lokal.
Dengan adanya kunjungan ke Batik Pancawati, Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan terus mendorong terciptanya lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga empati budaya dan jiwa wirausaha yang siap membangun Indonesia dari potensi lokalnya sendiri.