Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan Pelajari Produksi Tahu Higienis Skala Industri di Tahu Yunyi, Bogor

Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan Pelajari Produksi Tahu Higienis Skala Industri di Tahu Yunyi, Bogor

Dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa terhadap dunia industri pangan, Program Studi Biokewirausahaan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan melaksanakan kunjungan edukatif ke Tahu Yunyi, sebuah produsen tahu modern yang berlokasi di Bogor, pada 10 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memberikan pemahaman langsung mengenai proses produksi pangan berbasis kedelai yang higienis, efisien, dan memenuhi standar industri.

Tahu Yunyi dikenal sebagai salah satu pelaku usaha tahu yang telah mengintegrasikan proses tradisional dengan pendekatan modern berbasis teknologi dan standar kebersihan tinggi. Tidak hanya menjaga cita rasa khas tahu tradisional, tetapi juga menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP) dan sistem sanitasi yang ketat dalam setiap tahap produksinya.

Selama kunjungan, mahasiswa Prodi Biokewirausahaan diajak menyaksikan secara langsung alur produksi tahu, mulai dari pemilihan bahan baku kedelai berkualitas, proses perendaman dan penggilingan, pemanasan, pengendapan, hingga pencetakan dan pengemasan. Seluruh proses dilakukan di fasilitas produksi yang bersih dan tertata rapi, menunjukkan penerapan standar higienitas yang tinggi dalam industri pengolahan makanan.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem manajemen limbah cair dan padat yang diterapkan oleh Tahu Yunyi sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Proses-proses seperti pengolahan air limbah, penggunaan ulang ampas kedelai sebagai pakan ternak atau bahan baku olahan lain, menjadi contoh nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam usaha skala menengah.

Tak hanya praktik, mahasiswa juga mengikuti sesi diskusi bersama tim manajemen Tahu Yunyi, yang membagikan pengalaman mereka dalam membangun bisnis tahu yang mampu bersaing di pasar modern. Topik yang dibahas antara lain tantangan menjaga kualitas produk secara konsisten, strategi distribusi, branding produk tradisional, dan pentingnya sertifikasi seperti PIRT dan Halal dalam industri pangan.

Kegiatan ini memberikan wawasan penting kepada mahasiswa mengenai bagaimana produk pangan sederhana seperti tahu dapat dikembangkan menjadi usaha industri yang modern, bersih, dan berdaya saing tinggi, tanpa meninggalkan akar tradisionalnya. Mahasiswa juga mendapatkan inspirasi mengenai peluang usaha di sektor pangan lokal, serta pentingnya inovasi dalam menjaga kualitas dan kebersihan produk.

Kunjungan ke Tahu Yunyi menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan pembelajaran kontekstual yang diusung oleh Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan — menggabungkan ilmu biologi terapan, kewirausahaan, dan tanggung jawab sosial-lingkungan untuk menciptakan wirausaha muda yang cerdas, inovatif, dan siap menjawab tantangan industri pangan masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *