Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan Pelajari Ekonomi Sirkular Lewat Kunjungan ke Unit Pengolahan Maggot – Bank Sampah Siliwangi (E-Ling) , Bogor

Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan Pelajari Ekonomi Sirkular Lewat Kunjungan ke Unit Pengolahan Maggot – Bank Sampah Siliwangi (E-Ling) , Bogor

Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak wirausahawan muda yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan, Program Studi Biokewirausahaan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan melaksanakan kunjungan edukatif ke Unit Pengolahan Maggot – Bank Sampah Siliwangi, Bogor.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada konsep ekonomi sirkular serta penerapan nyata dari pengelolaan sampah organik berbasis bioteknologi.

Unit pengolahan ini dikenal sebagai salah satu inisiatif lokal yang memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau dikenal juga sebagai maggot untuk mengurai sampah organik rumah tangga. Dengan metode ini, sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat diolah menjadi produk bernilai seperti pakan ternak, kompos organik, dan bahkan potensi bioenergi.

Mahasiswa Prodi Biokewirausahaan tidak hanya mendapat penjelasan teori, tetapi juga secara langsung menyaksikan dan terlibat dalam proses pengelolaan maggot, mulai dari tahap fermentasi sampah, penebaran telur maggot, pemeliharaan larva, hingga panen. Proses ini mengajarkan kepada mahasiswa bahwa limbah bukanlah akhir dari siklus konsumsi, melainkan awal dari potensi baru yang bisa dimonetisasi dengan pendekatan yang berkelanjutan.

Selain praktik, mahasiswa juga mengikuti sesi diskusi bersama tim pengelola Bank Sampah Unit Siliwangi yang menjelaskan bagaimana mereka membangun sistem berbasis ekonomi sirkular, yaitu sistem yang mendesain ulang siklus produksi dan konsumsi agar tidak menghasilkan limbah, melainkan menciptakan nilai tambah secara terus-menerus. Dalam konteks ini, maggot menjadi “agen perubahan” dalam ekosistem pengelolaan sampah dan pertanian berkelanjutan.

Konsep ini sangat relevan dengan visi Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan yang ingin menumbuhkan wirausaha bio-inovatif, yakni mahasiswa yang mampu mengidentifikasi masalah lingkungan dan sosial sebagai peluang usaha yang berdampak positif. Dari kunjungan ini, mahasiswa belajar bahwa inovasi tidak selalu berasal dari teknologi tinggi, tetapi bisa juga lahir dari solusi sederhana yang berbasis pada alam dan ekosistem lokal.

Kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mulai merancang model bisnis sirkular berbasis sumber daya hayati yang ada di sekitar mereka, dengan pendekatan yang efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada dampak sosial.

Dengan menghadirkan pengalaman belajar langsung di lapangan, Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan bisnis, tetapi juga berjiwa inovatif, peduli lingkungan, dan siap menjadi pelaku perubahan dalam membangun ekonomi masa depan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *