Belajar dari Safar Quail: Mahasiswa Biokewirausahaan Gali Peluang Usaha dari Peternakan Burung Puyuh

Belajar dari Safar Quail: Mahasiswa Biokewirausahaan Gali Peluang Usaha dari Peternakan Burung Puyuh

Sebagai bagian dari program penguatan kompetensi kewirausahaan berbasis sumber daya hayati, Program Studi Biokewirausahaan Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan melaksanakan kunjungan edukatif ke Safar Quail, sebuah peternakan burung puyuh modern yang berlokasi di Bogor, pada 16 April 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa pada potensi usaha di sektor peternakan unggas kecil, khususnya burung puyuh, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dari sisi daging maupun produksi telur.

Safar Quail merupakan salah satu peternakan puyuh yang telah menerapkan sistem budidaya efisien dengan manajemen pemeliharaan yang baik dan berbasis skala usaha menengah. Peternakan ini mengelola ratusan ekor puyuh petelur dan pedaging, serta menghasilkan ribuan butir telur segar setiap minggunya yang didistribusikan ke pasar tradisional hingga swalayan modern.

Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan penjelasan menyeluruh tentang proses beternak burung puyuh, mulai dari pemilihan indukan, sistem kandang yang ideal, manajemen pakan dan minum, hingga pengendalian penyakit. Mahasiswa juga mempelajari siklus produksi telur, teknik panen, dan sistem pencatatan produksi harian. Selain itu, mereka diperkenalkan pada praktik penanganan limbah peternakan dan pemanfaatannya sebagai pupuk organik, yang menjadi bagian dari upaya menuju peternakan ramah lingkungan.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kunjungan ini adalah pembahasan seputar model bisnis burung puyuh dan telurnya. Mahasiswa diajak berdiskusi langsung dengan pemilik Safar Quail mengenai strategi pemasaran, penentuan harga jual, segmentasi pasar, serta peluang produk turunan seperti telur asin puyuh, abon puyuh, dan camilan berbahan dasar telur puyuh. Pembahasan ini membuka wawasan mahasiswa bahwa produk sederhana seperti telur puyuh dapat memiliki nilai tambah yang tinggi bila diolah dan dikemas dengan baik.

Mahasiswa juga berkesempatan melihat langsung proses pengemasan telur yang higienis, serta strategi branding lokal yang digunakan oleh Safar Quail untuk menarik konsumen dari kalangan rumah tangga, restoran, hingga pelaku usaha makanan olahan.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Prodi Biokewirausahaan IBI Kesatuan untuk mendorong mahasiswa menjadi bioentrepreneur yang mampu melihat peluang dari potensi lokal, serta mengembangkan usaha berbasis biologi terapan yang berkelanjutan, produktif, dan berdampak bagi masyarakat.

Melalui kunjungan ke Safar Quail, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis tentang budidaya burung puyuh, tetapi juga terinspirasi untuk menciptakan usaha mandiri di sektor peternakan unggas kecil yang masih sangat potensial dikembangkan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *